Usiamu Bisa Prediksi Berapa Sering Berhubungan Badan

beritasatu24 – Tahu kah kalian kalau usia itu bisa menunjukkan seberapa sering berhubungan badan? Ini memang urusan personal tapi kita layak untuk mengetahuinya.

Sebab bisa mengukur tingkat normal dan tidak normalnya seseorang berhubungan badan. Melakukan hubungan badan dengan pasangan tentu bukan sebuah hal yang layak untuk dibagikan.

Ada berbagai macam faktor yang mempengaruhi kehidupan romansa kita dengan pasangan. Baik itu saat hubungan itu semakin hangat atau sebaliknya, makin kering dan berkurang.

Faktor yang mempengaruhi hubungan intim seseorang adalah usia, kesehatan, dorongan melakukan hubungan badan dan gaya hidup. Ada sebuah penelitian yang meneliti seberapa sering orang berhubungan badan berdasarkan usianya.

Berapa kali normalnya orang berhubungan badan disebutkan oleh hasil penelitian ini.

Sebagaimana diberitakan oleh Mirror (17/8/2017) sebuah studi baru-baru ini dilakukan oleh Institut Kinsey, Amerika Serikat. Penelitian itu menunjukkan bahwa variabel usia dapat memprediksi seberapa sering kita berhubungan badan.

Misalnya, orang berusia antara 18 dan 29 tahun normalnya hubungan badan paling banyak rata-rata 112 kali per tahun. Atau bisa dikatakan dua kali seminggu itu bagus untuk orang di usia mereka.

Usia 30 sampai 39 tahun berhubungan badan normalnya 86 kali per tahun. Jika dirata-rata mencapai 1,6 kali setiap minggu.

Hal-hal menjelaskan bahwa sejalan bertambahnya usia kuantitas hubungan badan juga menurun.

Mereka yang berada di kelompok usia 40 sampai 49 tahun ini hanya berhubungan badan 69 kali per tahun. Tapi jumlah yang menurun menceritakan cerita yang lebih luas.

Kewajiban keluarga, tekanan dan kekhawatiran harian dan peningkatan masalah kesehatan semua berperan dalam mempengaruhi libido kita. Merasa tua memainkan perannya juga.

“Alur cerita dasar yang muncul dari penelitian ini adalah bahwa, seiring bertambahnya usia, peluang kita untuk mengembangkan kondisi kesehatan kronis meningkat,” tulis Dr. Justin Lehmiller.

“Secara negatif, berdampak negatif pada frekuensi dan kualitas aktivitas seksual,” tambahnya.

beritasatu24 

Berita Lainnya

Leave a Comment