Tersangka Teror Barcelona Kemungkinan Kabur Ke Prancis

beritasatu24 – Perburuan terhadap Younes Abouyaaqoub, salah satu tersangka teror barcelona dengan serangan van maut masih belum menuai hasil. Polisi tak mengesampingkan kemungkinan si tersangka sudah menerobos perbatasan ke Prancis. Tapi operasi masih dilakukan di Catalonia dan perbatasan Prancis.

“Yang jelas, kami belum punya informasi lengkap mengenai itu,” kata Kepala Kepolisian Catalan, Josep Lluis Trapero, seperti dikutip Reuters, Minggu (20/8).

Abouyaaqoub diduga tinggal satu-satunya anggota sel teroris 12 orang yang sudah dibongkar kepolisian. Anggota yang lain sudah ditangkap. Ada juga yang tewas dalam ledakan sebuah rumah di Alcanar, sehari sebelum serangan ke Las Ramblas di Barcelona.

Lima dari mereka ditembak mati oleh polisi saat menabrakkan mobil dan menikam orang di Cambrils. Kelimanya mengenakan rompi peledak palsu.

Polisi masih memfokuskan penyelidikan di Ripoll, sebuah kota yang tak terlalu ramai di kaki gunung Pyrenees. Di kota inilah sel teroris itu diduga tinggal. Kebanyakan mereka adalah orang Moroko. 

Polisi juga mencari imam setempat yang bernama Abdelbaki Es Satty, yang diduga memiliki keterkaitan dengan ke-12 anak muda itu. Media di Spanyol menggambarkan Es Satty sebagai pemimpin yang mengindoktrinasi kelompok tersebut. Dia sendiri meninggalkan Ripoll dua hari sebelum serangan di Barcelona.

Di apartemen Es Satty di Ripoll, polisi menemukan dokumen berisi nama-nama Prancis, nomor telepon dan alamat-alamat email.

Dokumen polisi juga menyebut dua orang yang diduga anggota kelompok mereka, yaitu Youssef Aallaa dan Mohamed Hichamy, yang sudah tewas. Keduanya diyakini sudah pergi ke Zurich pada Desember 2016.

Polisi sudah mengidentifikasi dua jenazah di sebuah rumah yang hancur akibat ledakan di Alcanar, di baratdaya Barcelona. Rumah ini, menurut dugaan polisi, adalah markas sel teroris itu.

Dilansir dari BBC, media Spanyol berspekulasi bahwa kedua jenazah itu adalah Youssef Aallaa, saudara dari salah satu yang ditembak mati di Cambrils, dan Es Satty sendiri.

Polisi yakin, ledakan itu telah menggagalkan rencana aksi lebih besar dengan bahan peledak besar. Alhasil, mereka pun beraksi menggunakan mobil van.

Dilansir dari AFP, di rumah itu ditemukan 100 tabung gas butane, berikut jejak TATP alias triacetone triperoxide, bahan peledak yang mudah sekali dibuat menggunakan bahan-bahan kimia rumahan.

TATP banyak dipakai kelompok jihad di Paris, Brussel, sampai ke medan tempur di Suriah dan Irak. TATP ditemukan oleh ahli kimia Jerman pada abad ke-19, dengan mencampurkan acetone, oxygenated water dan sulfur, serta hydrochloric atau nitric acid. Bahan-bahan ini bisa didapatkan dengan mudah.

beritasatu24 

Berita Lainnya

Leave a Comment