Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta Yang Di Anggapnya Ancaman

Anggota dari Ikatan Alumni ITB yang merupakan salah satu universitas terbesar di Indonesia Mulai menunjukkan taringnya untuk bersuara dalam penolakan reklamasi teluk Jakarta Yang di anggap ancaman. Anggota yang merupakan Anggota ikatan alumni ITB Muslim Arnas menjelaskan, ada kajian teknis yang keliru mengenai reklamasi sehingga dampaknya dapat merugikan Jakarta ke depan.

“Misalnya kita begini, teluk Jakarta kota ini berbeda dengan di Belanda, kita ini melebar, kalau di Belanda itu dia memanjang, artinya kalau di Belanda dia bikin tanggul itu pendek itu tak ada masalah, karena memanjang dia ke laut. Tapi kalau kita ini melebar. Kalau mau ditanggul itu biayanya besar,” papar Muslim di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat, Pada hari selasa kemarin.

Hasil gambar untuk reklamasi jakarta
Reklamasi teluk jakarta

Kalian pasti bingung mengapa Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta ini dan apa kalian tahu apa itu yang di maksud reklamasi? Reklamasi sendiri merupakan proses penimbunan suatu areal dalam skala relatif luas hingga sangat luas di daratan maupun di areal perairan untuk suatu keperluan rencana tertentu. Aliran di jakarta pun sekarang memiliki 13 aliran sungai yang semuanya itu berujung ke laut dan ini merupakan salah satu kehebatan Indonesia yang bahkan tidak di miliki negara negara lain. Dan walaupun Jakarta memiliki 13 aliran sungai saja tapi tetap terjadi banjir dan mungkin jika reklamasi di lakukan akan menambahkan permasalahan yang selama ini di miliki Jakarta. Ini pun menjadi penyebab mengapa Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta.

Dan menurut para alumni ITB “Dari 13 aliran sungai ini akan larinya ke laut, begitu di-reklamasi sungai ini kan membawa sedimen juga, endapan juga. Antar pulau ini nanti kan terhubung dan tertutup, begitu dia tertutup air Jakarta ini mau ke mana. Air di Jakarta mau dialirkan keluar supaya tidak banjir harus pakai pompa,Itu air itu sudah dihitung dari para ahli itu 3.000 meter kubik per liter, anda tahu kalau PDAM itu 500 liter per detik saja sudah sangat besar, ini 3.000 meter per detik itu enggak ada pompa di dunia ini yang punya pompa yang punya sebesar itu untuk mengalirkan air ke laut”

BACA JUGA : Payung Hitam Untuk Jokowi , Sumarsih Tagih Janji Jokowi Tuntaskan HAM

Untuk menanggulangi permasalahan air ini pun juga nampaknya harus di buat tanggul raksasa yang pastinya akan memakan biaya besar dan oleh karena itu lah pihak nya tidak ingin membuat negara mengalami kerugian kembali dengan menyatakan:

“Apa harus dibuat tanggul penanggulan, penanggulan itulah giant sea wall. Tapi siapa yang melakukan giant sea wall? Pemerintah. Kalau pemerintah ini yang reklamasi, yang untung siapa? Dampaknya pemerintah mengeluarkan biaya giant sea wall yang nanti berpuluh-puluh triliun lagi keluar untuk giant sea. Itulah dampak kalau misalnya nanti dilakukan,” tutupnya.

Hasil gambar untuk luhut reklamasi

Tak hanya Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta ternyata nampaknya ahli dari Bappenas dan negara lain yang termasuk Jepang ,Belanda, dan Korea juga ikut menolak proyek reklamasi di Jakarta tersebut. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Panjaitan Juga sudah membocorkan ketua Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta ini “Ini ketuanya Pak Ridwan, Ketua Alumni ITB, yang membuat kajian itu,”

Dan Nampaknya pernyataan yang di buat Luhut ini tentang Alumni ITB yang mendukung kajian Reklamasi Teluk Jakarta ini merupakan adanya kesalahpahaman atau masalah yang dari anggota alumni ITB nya ini sendiri pun tidak mengetahuinya secara pasti siapa yang memberi dukungan tentang reklamasi teluk jakarta.

BACA JUGA : Presiden Filipina Duterte Perangi Narkoba Di Marawi

“Ikatan alumni ITB tidak mengeluarkan apapun terkait reklamasi Teluk Jakarta. Kami alumni ITB menolak keras pernyataan Pak Luhut,” Katanya di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat. “Jadi silakan tanya ke Pak Luhut informasi itu dari mana. Justru kita ingin tahu kajian alumni ITB mana yang dipegang oleh pemerintah,” “Untuk menentukan nasib pulau-pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta yang sudah terlanjur dibangun, perlu dikaji secara mendalam agar tidak merugikan kepentingan rakyat banyak, dan berdampak terhadap lingkungan dengan memperhatikan sepenuhnya amanat konstitusi UUD 1945,” tutup Muslim.

Dengan suara yang di keluarkan olehnya ini dia berharap agar pak Jokowi selaku Presiden negara Indonesia dapat menghentikan proyek.reklamasiBanyak yang juga warga Jakarta yang nampaknya menolak aksi reklamasi tersebut dengan mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur baru yaitu Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk menghentikan proyek reklamasi yang memang merupakan janji kampannye nya.

Mudah Menang Judi Online? Hanya Di DangdutQQ Kamu bisa menang banyak uang
DangdutQQ situs judi online terpercaya dan terbaik buat kalian kalian yang suka judi online ni
Cukup Dengan 1 ID saja anda bisa mainkan7 PERMAINAN ini :
1. Adu Q
2. Bandar Poker
3. Bandar Q
4. Capsa Susun
5. Domino QQ
6. Poker
7. Sakong
Bermain Di Dangdut QQ anda bisa rasakan berbagai keuntungan menarik yang belum pernah anda coba sebelumnya
– Minimal Depo hanya 10Rb
– Minimal Withdraw 25Rb
– Cashback mingguan 0,3% ~ 0,5% Seminggu 2x tanpa syarat
– Bonus Referral 20% Seumur Hidup
– Proses Depo-Wd Super Cepat Dan di jamin aman transaksinya
– Melayani Depo WD dari berbagai bank Di antaranya BCA, BRI, MANDIRI, DANAMON, CIMB Niaga.
– 100% PLAYER VS PLAYER NO ROBOT
Register Gratis Sekarang dan nikmati berbagai bonus menarik lainnya
Mainkan segera dan Maka keuntungan Berlimpah akan jadi milik anda
karena moto DangdutQQ adalah Kepuasan Dan Kemenangan Pemain

Berita Lainnya

One Thought to “Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta Yang Di Anggapnya Ancaman”

  1. […] Alumni ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta Yang Di Anggapnya Ancaman […]

Leave a Comment