2 Guru Vulgar Ini Mengirim Pr Dan Foto Vulgar Kepada Muridnya

Beritasatu24.com – Seorang Guru terkadang dianggap sebagai orang tua ke-2 oleh para muridnya, apabila di dalam istilah Jawa kata “Guru” memiliki arti tersendiri yakni “Di-Gugu lan Di-Tiru” yang artinya di dengar kata-katanya dan di ikuti perbuatanya. Namun nampaknya tidak semua guru berlaku seperti seharusnya dan bahkan ada saja yang melakukan tindakan yang tidak senonoh seperti tindakan Guru Vulgar yang sudah pernah terjadi.

Guru merupakan sosok panutan bagi para murid sebagai contoh baik dari ucapan maupun dari kelakuanya, karena itu seorang Guru selain harus memiliki kecerdasan untuk mengajar, mereka juga harus memiliki sikap dan perilaku yang baik agar dapat memberikan sifat positif kepada para muridnya.

Pastinya kita juga pernah mendengar kisah dari orang-orang yang sukses berkat bimbingan seorang guru,  jadi tidak salah jika profesi sebagai Guru mendapatkan julukan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, akan tetapi sangat disayangkan, sampai saat ini tidak semua Guru memiliki kepribadian yang baik, ada beberapa Guru yang justru memiliki kelakuan yang buruk, seperti melakukan tindakan kriminal, kekerasan, atau tindakan yang tidak mencerminkan sosok Guru lainnya, tindakan ini pastinya mencemarkan nama baik profesi Guru, selain itu juga sangat berbahaya apabila sampai ditiru oleh murid-muridnya.

Guru Vulgar yang Menggunakan Kata-kata Vulgar Dalam Soal Pelajaran

Membuat sebuah PR (Pekerjaan Rumah) yang kreatif memang sudah menjadi keharusan bagi seorang Guru, tetapi semua itu masih harus tetap berpegang pada norma sosial, karena akan berpengaruh pada pola pikir seorang murid untuk kedepanya.

Akan tetapi hal ini disalah gunakan oleh seorang Guru bernama Daniel Rapp yang merupakan pengajar di Middle Heights di Ohio, Amerika Serikat, tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran Daniel sampai-samapai dia memberikan kata-kata yang vulgar dalam soal Matematika buatanya yang di tujukan untuk murid-muridnya,

Aksi Daniel ini diketahui oleh salah 1 orangtua murid setelah menemukan foto dari soal yang tidak seharusnya diberikan kepada muridnya, dan kemudian orangtua murid melaporkan Daniel ke pihak sekolah.

Kalimat dalam soal tersebut kurang lebih berbunyi:

“Tony bisa mengirimkan 5 pesan dan 3 orang telanjang dalam waktu 19 menit. Dia juga bisa mengirim 3 pesan dan 1 orang telanjang dalam waktu 9 menit. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengirim 1 teks dan 1 orang telanjang?”

Mendapat laporan dan bukti tersebut pihak perwakilan sekolah langsung bertindak dengan menegur Daniel dan juga menonaktifkanya, pihak sekolah pun tidak menduganya, karena sebelumnya Daniel dikenal sebagai Guru yang baik, mereka juga berkata kalau Daniel akan mendapatkan sanksi yang lebih atas tindakan yang tidak pantas ini.

Guru Vulgar yang Mengirim Foto Vulgar Pada Muridnya

Guru Vulgar Mallory Kristus

Seorang Guru sudah pasti sayang dengan murid-muridnya, tetapi rasa sayang ini tetap harus ada batasnya, karena apabila dinilai dari norma sosial, hubungan sayang (Guru dan Murid) yang lebih ke rasa suka sangatlah jarang ditemui.

Hubungan seperti ini terjadi pada kasus seorang Guru asal, New Jersey Amerika, karena rasa suka yang berlebihan terhadap salah satu murid laki-lakinya, membuat Mallory nekat melakukan tindakan yang tidak pantas, Guru wanita ini secara sengaja mengirimkan beberapa foto dirinya dengan pose yang vulgar melalui akun sosmed kepada salah satu muridnya.

Tindakan Guru Vulgar yang bernama Mallory Kristus ini, sepertinya dia lakukan untuk menarik perhatian salah satu murid laki-laki yang dia suka, sayangnya setelah menerima pesan berisi gambar yang tidak pantas tersebut, Mallory justru dilaporkan pada dewan sekolah, akibat perbuatanya ini, Mallory akhirnya dilaporkan oleh pihak sekolah kepada pihak yang berwenang.

Akibat tindakanya ini Mallory harus menjalani persidangan dan didakwa atas tuduhan membahayakan kesejahteraan anak, setelah peristiwa ini Mallory yang awalnya mengajar Aljabar untuk junior dan senior di South Plainfield dan juga melatih cheerleader selama 2 tahun tidak hanya harus kehilangan pekerjaanya, tetapi juga kehilangan lisensi mengajar yang telah dia miliki.

Berita Lainnya

Leave a Comment