Bahaya Insomnia Ternyata Dapat Beresiko Ginjal Bahkan Kematian

Insomnia atau gejala susah tidur merupakan suatu hal yang sangat berbahaya dan Bahaya Insomnia ini bahkan dapat beresiko penyakit ginjal dan bahkan jika terlalu lama dapat berdampak ke kematian mengingat manusia memang sangat membutuhkan yang namanya tidur untuk mengistirahatkan tubuh dari segala aktifitas pekerjaan sehari hari yang memang sangat menguras tenaga dan pikiran.

Sebuah studi baru telah membuktikan bahwa gejala insomnia yang kronis akan membuat kinerja tubuh mu mengalami penurunan dan bahkan bisa mengakibatkan kegagalan ginjal dan juga ini dapat berdampak ke yang paling kita  hindari yaitu kematian dini. Karena manusia merupakan mahluk yang membutuhkan tidur kamu harus mengetahui cara menjaga tubuhmu agar dapat menghindari bahaya insomnia ini agar kamu dapat menjaga kualitas tubuhmu dengan cara mengelola jadwal tidur mu yang sudah tidak tidur dalam jangka panjang dengan mengusahakan tidur sebaik mungkin atau berhenti lah sejenak dari segala pekerjaan mu untuk mengistirahatkan diri seharian agar dapat memulihkan keadaan terlebih dahulu.

Penelitian telah mengidentifikasi insomnia sebagai kelainan tidur yang paling umum, dengan sekitar 35,2 persen orang dewasa di Amerika Serikat melaporkan durasi tidur malam singkat, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Bahaya Insomnia

Gejala kurang tidur atau Bahaya Insomnia juga berhubungan dengan berbagai masalah kondisi kesehatan termasuk gejala depresi, attention deficit hyperactivity disorder atau ADHD (Gejala susah fokus dan mudah panik), dan bahkan Alzherimer dan ini hanya beberapa gejalan dari ribuan penyakit lainnya yang mungkin dapat menyerang anda jika kurang tidur. studi terbaru telah menekankan dan mendukung kebutuhan tidur nyenyak yang cukup saat menghadapi efek stress kronis.

Sebuah studi baru-baru ini dari University of Tennessee Health Science Center di Memphis, TN, sekarang menghubungkan bahaya insomnia dengan penurunan fungsi ginjal, gagal ginjal, dan peningkatan risiko kematian.

Drs. Csaba Kovesdy dan Jun Ling Lu, yang merupakan peneliti utama yang terlibat dalam menangani gejalan insomnia ini telah memusatkan perhatian pada risiko yang ditimbulkan oleh insomnia kronis terhadap kesehatan ginjal, dan untuk tujuan ini mereka bekerja dengan kelompok besar veteran A.S.

Dari Hasil yang dipresentasikan oleh mereka di American Society of Nephrology Kidney Week 2017. hasil kesehatan ginjal dan semua penyebab kematian untuk kelompok 957.587 veteran nasional yang tidak memiliki masalah kesehatan terkait ginjal pada awal. Dari jumlah tersebut, 41.928 peserta mengalami insomnia kronis. Dan untuk memastikan hal ini penyesuaian dilakukan untuk faktor pemicu yang relevan, termasuk indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kondisi komorbiditas, dan status sosial ekonomi. Selama hal ini berlanjut rata-rata 6,1 tahun, 23,1 persen peserta penelitian meninggal dunia, sementara 2,7 persen menunjukkan penurunan fungsi ginjal yang dipercepat. Juga, 0,2 persen partisipan mengalami gagal ginjal.

Beberapa periset mencatat kalau insomnia kritis dihubungkan dengan resiko kematian 1, 4 kali lebih tinggi bagi tiap-tiap pemicunya, dan resiko ginjal penurunan 1, 5 kali lebih tinggi, dan jugapenambahan resiko gagal ginjal yang lebih tinggi: 2, 4 kali.

Nah oleh karena itu untuk kamu yang masih muda yang masih lebih mudah untuk melakukan tidur dari pada yang sudah berumur 40 tahun kamu harus mulai dari sekarang untuk menghindari mu dari gejala insomnia yang dapat mencabut nyawa mu ini secara perlahan. Nah untuk lebih meyakinkan mu bagusnya efek positif tidur menurut dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases atau Chronic Kidney Disease (CKD) pada populasi A.S. secara keseluruhan sekitar 14 persen. Di antara faktor risiko CKD yang diketahui, peneliti menyebutkan obesitas, kebiasaan merokok, diabetes, dan hipertensi. Jika penyakitnya terus berlanjut, bisa saja memerlukan dialisis atau bahkan transplantasi ginjal yang tak hanya beresiko tapi harganya yang sangat mahal.

Berita Lainnya

Leave a Comment