Bhayangkara FC Tolak Kemenangan WO dari Komdis PSSI

Beritasatu24.com -Kemenangan Bhayangkara FC atas Mitra Kukar yang telah di nyatakan WO (Walkout) nampaknya telah menjadi peluang besar bagi Bhayangkara FC untuk merebut Peluang Liga 1 Indonesia pada tahun 2017 ini. Bhayangkaran nampaknya masih memiliki kesempatan atas semua pertimbangan yang telah menjadi kabar baik dari Komdis PSSI yang sudah memutuskan hasil WO pada mitra kukar. Namun kemenangan ini pun bukanlah kemenangan yang di nantikan oleh Bhayangkara karena Komdis menyatakan perubahan kemenangan jadi 3 – 0 Karena hasil WO tersebut.

Mitra Kukar sendiri memang sebelumnya juga sudah terbukti bermasalah karena memainkan Mohamed Sissoko yang telah mendapatkan kartu merah pada pertandingan sebelumnya ketika melawan Borneo 23 – Oktober – 2017 lalu. Karena Perbuatan Mitra Kukar memakai Mohamed Sissoko yang masih mendapat pinalti Kartu merah pada saat melawan Bhayangkara FC ini nampaknya telah membuat Mitra Kukar kembali mendapat kan masalah yang menimpanya. Hal ini terlihat ketika Sissoko nampak menjadi pemain starter pada pertandingan tersebut yang seharusnya tidak di lakukannya sama seperti absennya pada saat melawan persib bandung pada 27 Oktober kemarin.

Dikarenakan pelanggaranya tersebut PSSI telah memberikan keputusannya untuk menyatakan Mitra Kukar kalah WO atas Bhayangkara FC dalam surat nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017 tanggal 5 November dan keputusan ini juga sudah di sahkan dengan penanda tanganan dari ketua komdis PSSI , Asep Edwi Firdaus. Dan menurut pernyataan dari Komdis PSSI Kukar juga nampaknya akan di kenakan denda Rp 100 juta karena melakukan pelanggar yang sesuai seperti pada pasal  55 Kode Disiplin PSSI.

BACA JUGA : NEYMAR JADI TARGET PRESIDEN REAL MADRID

Hal ini juga merupakan pelanggaran terhadap pasal 57, Regulasi Liga 1 tentang kartu kuning dan merah ayat 13 dan 14 menyebutkan, ketentuan tentang kartu kuning dan kartu merah mengikuti aturan yang ditetapkan dalam kode displin.

Pernyataan ini juga sudah di klarifikasi oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha bahwa keputusan ini memang sudah di berlakukan.

“Ya itu betul. Mereka terbukti melakukan pelanggaran. Kami sebagai PSSI hanya bertugas melindungi aspek intregity dan quality of the game. Suratnya sudah kami kirimkan. Jadi keputusan itu sudah berlaku,”

Namun hasil ini juga masih belum dapat di pastikan karena Mitra Kukar juga masih dapat melakukan banding terhadap keputusan tersebut.

Bhayangkara FC yang memiliki peluang liga 1 juga mengeluarkan pernyataan terkait keputusan komdis PSSI yang menyatakan mengubah hasil yang seharusnya 1-1 menjadi skore 3 – 0 yang di menangkan Bhayangkara FC.

BACA JUGA : EFEK POSITIF PELATIH JUPP HEYNCKES

Hasil ini pun tidak terlalu di sukai oleh Bhayangkara FC yang mendapatkan banyak sindiran dari Netizen atas hasil pertandingan tersebut.

Seperti juga saat kami tidak dapat memainkan Indra Kahfi saat menghadapi Persela. Kami begitu waspada serta ajukan pertanyaan dengan pihak berkaitan regulasi, kode displin, serta perubahan tanggal main menghadapi Madura.

Waktu itu, bahkan juga Nota Larangan Bermain (NLB) Indra Kahfi belum juga keluar saat Bhayangkara FC akan menghadapi Persela (27/10/2017).

Tetapi, kami tetaplah lakukan komunikasi dengan Liga serta Komdis yang nyatanya Indra Kahfi memperoleh hukuman penambahan karna memperoleh kartu merah saat menghadapi PSM Makassar 19 Oktober 2017 kemarin.

Karna prosedurnya, NLB keluar 1 minggu sebelumnya kompetisi, namun ketentuan Komdis keluar 3-4 hari sebelumnya kompetisi.

Jadi, dalam hal semacam ini club yang perlu aktif memandangnya sesuai sama bunyi regulasi.

Komdis yaitu tubuh berdiri sendiri yg tidak sempat serta tidak dapat diintervensi.

Kenyataannya kami menang di tiap-tiap kompetisi tidak sempat memperoleh pertolongan siapa juga baik di kandang atau tandang.

Kenyataannya, bila lihat klassemen Bhayangkara yaitu tim yang paling banyak menang dari tim beda di Liga1. Sekian yang dapat kami berikan supaya yang akan datang sepak bola Indonesia makin maju. Terima kasih.

 

Berita Lainnya

Leave a Comment